/Kisah Nabi Nuh A.s.
Nabi Nuh diutus ke tengah-tengah masyarakat yang sedang menyembah
berhala. Berhala itu sebenarnya adalah patung-patung buatan mereka
sendiri. Menurut mereka berhala itu mepunyai kekuatan gaib di atas
manusia. Dan rnereka rnenamakannya sesuai dengan selera mereka sendiri.
Kadang-kadang mereka namakan Wadd dan Suwa kadang Yaguts dan kadang Ya'uq dan Nasr.
Nabi Nuh adalah orang yang cerdas dan sabar. Beliua mengajak kaumnya
untuk berpikir dan mengajak kaumnya melihat alam semesta ciptaan Allah
SWT. Langit dengan bulan, bintang dan mataharinya. Bumi dengan kekayaan
yang ada di atas dan di bawahnya, berupa hewan tumbuhan dan air yang
rnengalir. Pergantian siang dan malam. Semua itu menjadi bukti dan tanda
kekuasaan dan keEsaan dari Allah SWT.
Nabi Nuh juga memberikan kabar akan adanya ganjaran berupa surga dan
kenikmatannya bagi mereka yang beramal shaleh, dan balasan siksa neraka
bagi mereka yang membangkang atas perintah Allah, yaitu mereka yang
mungkar dan bergelimang dalam dosa dan kemaksiatan. Dakwah Nabi Nuh
dilakukan dengan giat siang dan malam. Baik secara sembunyi-sembunyi
maupun terang-terangan. Beliau termasuk orang yang cerdas, fasih
berbicara, tajam pemikirannya, pandai berdiskusi, bersifat sabar dan
tenang.
Nabi Nuh diangkat menjadi Rasul ketika beliau berusia 450 tahun dan
wafat pada usia 950 tahun, dengan demikian Nabi Nuh berdakwah kepada
umatnya selama lima abad atau 500 tahun. Meski demikian pengikut Nabi
Nuh yang beriman hanya sedikit yaitu kurang dari seratus orang,. Ummat
Nabi Nuh banyak yang ingkar. Jika Nabi Nuh rnengajak beribadah kepada
Allah dan menegakkan Tauhid ummatnya selalu menentang dan mengejeknya.
Para pengikut Nabi Nuh kebanyakan hanya para fakir miskin, atau golongan
ekonomi yang lemah. Para bangwasan, orang-orang kaya dan terpandang di
masyarakat malah banyak yang memusuhinya. Pada suatu ketika, orang-orang
kafir hendak menipu Nabi Nuh. Mereka mengatakan bersedia mengikuti Nabi
Nuh A.s asalkan Nabi Nuh mau mengusir para pengikutnya yang terdiri
dari orang-orang miskin. Namun Nabi Nuh dengan tegas menolak permintaan
dari orang-orang kaya tersebut.
Kecerdasan dan kefasihan Nabi Nuh mengalahkan segala hujah orang-orang
kafir. Akhirnya orang-orang kafir itu jengkel dan menantang Nabi Nuh.
Mereka berkata "Hai Nuh ! Sesungguhnya kamu telah membantah dengan
kami, dan kamu telah memperpanjang, bantahanmu terhadap kami, maka
datangkanlah kepada kami adzab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu
termasuk orang-orang yang benar.''
Nabi Nuh menjawab! "Hanya Allah yang akan mendatangkan adzab itu
kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali kali tidak akan dapat
melepaskan diri. Tidaklah berrnanfaat nasihatku kepadamu jika Allah
ternyata hendak menyesalkanmu. Dia adalah Tuhanmu, Dan kepada-Nyalah
kamu dikembalikan".
Demikian keterlaluannya kaum Nabi Nuh itu rnengingkari ajaran Tuhan.
Mereka bahkan mengejek dan menghina Nabi Nuh sebagai orang bodoh dan
gila, namun Nabi Nuh sebagai utusan Allah tetap melaksanakan tugasnya.
Dan orang-orang kafir makin keras menentangnya. Mereka bahkan mengancam
Nabi Nuh. "Sungguh jika kamu tidak mau berhenti berdakwah, maka kami akan merajammu beramai-ramai."
Nabi Nuh A.s Berputus Asa Dari Kaumnya
Setelah dakwah yang disampaikan menemui jalan buntu. Dan pengikutnya
tidak bertambah maka Nabi Nuh mengadukan kaumnya itu kepada Tuhan.
Berdo'a Nabi Nuh "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun
di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas permukaan bumi.
Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya rnereka akan
menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan, selain
anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir."
Allah mengabulkan do'a Nabi Nuh. Allah memberi petunjuk agar Nabi Nuh
membuat kapal yang sangat besar. Dengan perahu itu Nabi Nuh dan kaumnya
yang beriman akan selamat. Sedang kaumnya yang ingkar akan
ditenggelamkan dengan banjir yang sangat besar, sehingga tak seorang pun
dari mereka ada yang selamat. Semua akan binasa.
Selagi Nabi Nuh dan pengikutnya membuat kapal di atas bukit kaumnya yang ingkar mengolok-olok dan mengejeknya. "Lihat! Nuh semakin gila saja, masak kemarau panas begini membuat perahu. Di atas bukit lagi. Sungguh dia sudah miring otaknya."
Di antara mereka bahkan ada yang berani buang kotoran di dalam kapal
yang belurn selesai dibuat itu. Tentu hal itu mereka lakukan ketika Nabi
Nuh dan pengikutnya sedang tidak ada di tempat pembuatan kapal. Namun
akibatnya perut mereka yang buang kotoran itu menjadi sakit. Tak
seorangpun bisa menyembuhkannya. Dengan merengek-rengek mereka minta
Nabi Nuh untuk mengobatinya. Nabi Nuh hanya menyuruh mereka membersihkan
kapal yang mereka kotori. Sesudah itu mereka pun sembuh dari sakit
perutnya.
Banjir Besar Yang Memusnahkan Orang-Orang Kafir
Sesuai dengan wahyu Allah. Nabi Nuh mengajak kaumnya memasuki kapal yang
telah selesai dibuat. Nabi Nuh juga rnembawa berbagai pasang binatang
dalam kapalnya itu. Tidak berapa lama sesudah Nabi Nuh dan pengikutnya
yang beriman memasuki kapal maka langit yang tadinya cerah berubah
menjadi hitam. Mendung tampak tebal sekali diiringi angin kencang yang
mulai berhembusan. Bersamaan dengan turunnya hujan lebat, air dari dalam
bumi memancar pula ke permukaan. Hujan pun turun dengan lebatnya.
Belum pernah ada hujan turun selebat itu. Bagaikan dicurahkan dari atas
langit. Rumah-rumah mulai terendam air, angin kencang dan badai menambah
kepanikan semua orang.. Dari kejauhan Nabi Nuh melihat salah seorang
putranya yaitu Kan'an sedang berlari-lari menuju puncak gunung. Nabi Nuh
memanggil anaknya itu. "Hai anakku, kemarilah. Naiklah ke kapalku maka kau akan selamat."
"Tidak ! Aku akan berlari ke atas bukit sana, aku pasti akan selamat
!" "Anakku! Pada hari ini tidak seorang pun dapat menyelamatkan diri
dari adzab Allah SWT." Tapi Kan'an dengan sombongnya terus berlari.
Ia tak menghiraukan panggilan dari ayahnya sendiri. Ia mengira banjir
itu hanya bencana alam biasa yang akan segera reda, maka ia terus
berlari mendaki puncak gunung.
Sejarah tentang Nabi Nuh dan kapalnya tersebut membuat peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam "Noah's Ark Ministries International"
ingin membuktikannya sehingga mereka selama bertahun-tahun mencari
sisa-sisa perahu legendaris tersebut, setelah bertahun-tahun mencari dan
meneliti sisa-sisa kapal Nabi Nuh, tepatnya tanggal 26 April 2010
mereka mengumumkan telah menemukan perahu Nabi Nuh di Turki mereka
menemukan sisa-sisa kapal Nabi Nuh di ketinggian 4.000 meter di Gunung
Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.
Bahkan mereka mengklaim telah masuk dan mengambil foto-foto dari
sisa-sisa kapal Nabi Nuh. Menurut para peneliti, specimen yang mereka
ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa yang
digambarkan dalam sejarah, yang jelas jika kapal yang mereka temukan
adalah kapal Nabi Nuh asli maka mereka telah menemukan kapal paling
bersejarah yang ada didunia.
Sebenarnya ada beberapa cerita yang menarik sebelum ditemukannya kapal
Nabi Nuh tersebut, pada tahun 2006 citra satelit secara detil menunjukan
benda mirip kapal yang diduga kapal Nabi Nuh. Itu adalah gunung yang
dilapisi salju, bahkan pilot pesawat tempur Turki dalam sebuah misi
pemetaan NATO, mengaku melihat benda besar seperti perahu di
Dogubayazit, Turki, semoga saja dengan penemuan arkeologi kapal Nabi Nuh
tersebut , kita lebih sadar dan yakin akan kebenaran dan kebesaran
kekuasaan Allah SWT.
Memang Kan'an tidak mau mengikuti ajaran Nabi Nuh. Ia lebih suka hidup
bersama orang-orang kafir, karena itu ia tak mau menumpang kapal Nabi
Nuh. Nabi Nuh merasa trenyuh, sedih dan berduka. Bagaimanapun Kan'an
adalah putranya sendiri. Maka ia berdo'a kepada Allah agar Kan'an
diselamatkan. Namun Allah menolak permintaan Nabi Nuh. Sebab Kan'an itu
walaupun putra Nabi Nuh sendiri, ia adalah anak yang durhaka, tidak mau
beriman.
Berdasarkan suatu riwayat Kapal yang membawa Nabi Nuh dan para
pengikutnya itu berlayar selama 40 hari, sesudah itu banjir mereda.
Kapal Nabi Nuh terdampar di sebuah puncak gunung yang dahulu disebut
gunung Jody. Ternyata di zaman sekarang yang dimaksud gunung Jody itu
ada di wilayah Turki. Para ilmuwan telah menemukan fosil kapal Nabi Nuh
tersebut, dengan demikian agama bukanlah dongeng belaka, agama adalah
keyakinan yang benar, cerita tentang para nabi dan rasul adalah benar.
Nabi Nuh dan pengikutnya diperintahkan turun dari kapalnya. Demikian
pula beraneka pasang binatang yang ada didalam kapal.
Dengan demikian binasalah orang-orang kafir yang menentang Nabi Nuh.
Hanya para pengikut Nabi Nuh yang hidup dan menempati bumi sebagai
penghuninya.
Anda baru saja membaca tentang Kisah Nabi Nuh A.s semoga saja cerita ini bisa membawa manfaat untuk kita semua. Terima Kasih sudah mau singgah di DeCocoz Blog.
- See more at: http://decocoz.blogspot.com/2013/05/kisah-nabi-nuh-as.html#sthash.GzThPREf.dpuf
Kisah Nabi Nuh A.s.
Nabi Nuh diutus ke tengah-tengah masyarakat yang sedang menyembah
berhala. Berhala itu sebenarnya adalah patung-patung buatan mereka
sendiri. Menurut mereka berhala itu mepunyai kekuatan gaib di atas
manusia. Dan rnereka rnenamakannya sesuai dengan selera mereka sendiri.
Kadang-kadang mereka namakan Wadd dan Suwa kadang Yaguts dan kadang Ya'uq dan Nasr.
Nabi Nuh adalah orang yang cerdas dan sabar. Beliua mengajak kaumnya
untuk berpikir dan mengajak kaumnya melihat alam semesta ciptaan Allah
SWT. Langit dengan bulan, bintang dan mataharinya. Bumi dengan kekayaan
yang ada di atas dan di bawahnya, berupa hewan tumbuhan dan air yang
rnengalir. Pergantian siang dan malam. Semua itu menjadi bukti dan tanda
kekuasaan dan keEsaan dari Allah SWT.
Nabi Nuh juga memberikan kabar akan adanya ganjaran berupa surga dan
kenikmatannya bagi mereka yang beramal shaleh, dan balasan siksa neraka
bagi mereka yang membangkang atas perintah Allah, yaitu mereka yang
mungkar dan bergelimang dalam dosa dan kemaksiatan. Dakwah Nabi Nuh
dilakukan dengan giat siang dan malam. Baik secara sembunyi-sembunyi
maupun terang-terangan. Beliau termasuk orang yang cerdas, fasih
berbicara, tajam pemikirannya, pandai berdiskusi, bersifat sabar dan
tenang.
Nabi Nuh diangkat menjadi Rasul ketika beliau berusia 450 tahun dan
wafat pada usia 950 tahun, dengan demikian Nabi Nuh berdakwah kepada
umatnya selama lima abad atau 500 tahun. Meski demikian pengikut Nabi
Nuh yang beriman hanya sedikit yaitu kurang dari seratus orang,. Ummat
Nabi Nuh banyak yang ingkar. Jika Nabi Nuh rnengajak beribadah kepada
Allah dan menegakkan Tauhid ummatnya selalu menentang dan mengejeknya.
Para pengikut Nabi Nuh kebanyakan hanya para fakir miskin, atau golongan
ekonomi yang lemah. Para bangwasan, orang-orang kaya dan terpandang di
masyarakat malah banyak yang memusuhinya. Pada suatu ketika, orang-orang
kafir hendak menipu Nabi Nuh. Mereka mengatakan bersedia mengikuti Nabi
Nuh A.s asalkan Nabi Nuh mau mengusir para pengikutnya yang terdiri
dari orang-orang miskin. Namun Nabi Nuh dengan tegas menolak permintaan
dari orang-orang kaya tersebut.
Kecerdasan dan kefasihan Nabi Nuh mengalahkan segala hujah orang-orang
kafir. Akhirnya orang-orang kafir itu jengkel dan menantang Nabi Nuh.
Mereka berkata "Hai Nuh ! Sesungguhnya kamu telah membantah dengan
kami, dan kamu telah memperpanjang, bantahanmu terhadap kami, maka
datangkanlah kepada kami adzab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu
termasuk orang-orang yang benar.''
Nabi Nuh menjawab! "Hanya Allah yang akan mendatangkan adzab itu
kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali kali tidak akan dapat
melepaskan diri. Tidaklah berrnanfaat nasihatku kepadamu jika Allah
ternyata hendak menyesalkanmu. Dia adalah Tuhanmu, Dan kepada-Nyalah
kamu dikembalikan".
Demikian keterlaluannya kaum Nabi Nuh itu rnengingkari ajaran Tuhan.
Mereka bahkan mengejek dan menghina Nabi Nuh sebagai orang bodoh dan
gila, namun Nabi Nuh sebagai utusan Allah tetap melaksanakan tugasnya.
Dan orang-orang kafir makin keras menentangnya. Mereka bahkan mengancam
Nabi Nuh. "Sungguh jika kamu tidak mau berhenti berdakwah, maka kami akan merajammu beramai-ramai."
Nabi Nuh A.s Berputus Asa Dari Kaumnya
Setelah dakwah yang disampaikan menemui jalan buntu. Dan pengikutnya
tidak bertambah maka Nabi Nuh mengadukan kaumnya itu kepada Tuhan.
Berdo'a Nabi Nuh "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun
di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas permukaan bumi.
Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya rnereka akan
menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan, selain
anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir."
Allah mengabulkan do'a Nabi Nuh. Allah memberi petunjuk agar Nabi Nuh
membuat kapal yang sangat besar. Dengan perahu itu Nabi Nuh dan kaumnya
yang beriman akan selamat. Sedang kaumnya yang ingkar akan
ditenggelamkan dengan banjir yang sangat besar, sehingga tak seorang pun
dari mereka ada yang selamat. Semua akan binasa.
Selagi Nabi Nuh dan pengikutnya membuat kapal di atas bukit kaumnya yang ingkar mengolok-olok dan mengejeknya. "Lihat! Nuh semakin gila saja, masak kemarau panas begini membuat perahu. Di atas bukit lagi. Sungguh dia sudah miring otaknya."
Di antara mereka bahkan ada yang berani buang kotoran di dalam kapal
yang belurn selesai dibuat itu. Tentu hal itu mereka lakukan ketika Nabi
Nuh dan pengikutnya sedang tidak ada di tempat pembuatan kapal. Namun
akibatnya perut mereka yang buang kotoran itu menjadi sakit. Tak
seorangpun bisa menyembuhkannya. Dengan merengek-rengek mereka minta
Nabi Nuh untuk mengobatinya. Nabi Nuh hanya menyuruh mereka membersihkan
kapal yang mereka kotori. Sesudah itu mereka pun sembuh dari sakit
perutnya.
Banjir Besar Yang Memusnahkan Orang-Orang Kafir
Sesuai dengan wahyu Allah. Nabi Nuh mengajak kaumnya memasuki kapal yang
telah selesai dibuat. Nabi Nuh juga rnembawa berbagai pasang binatang
dalam kapalnya itu. Tidak berapa lama sesudah Nabi Nuh dan pengikutnya
yang beriman memasuki kapal maka langit yang tadinya cerah berubah
menjadi hitam. Mendung tampak tebal sekali diiringi angin kencang yang
mulai berhembusan. Bersamaan dengan turunnya hujan lebat, air dari dalam
bumi memancar pula ke permukaan. Hujan pun turun dengan lebatnya.
Belum pernah ada hujan turun selebat itu. Bagaikan dicurahkan dari atas
langit. Rumah-rumah mulai terendam air, angin kencang dan badai menambah
kepanikan semua orang.. Dari kejauhan Nabi Nuh melihat salah seorang
putranya yaitu Kan'an sedang berlari-lari menuju puncak gunung. Nabi Nuh
memanggil anaknya itu. "Hai anakku, kemarilah. Naiklah ke kapalku maka kau akan selamat."
"Tidak ! Aku akan berlari ke atas bukit sana, aku pasti akan selamat
!" "Anakku! Pada hari ini tidak seorang pun dapat menyelamatkan diri
dari adzab Allah SWT." Tapi Kan'an dengan sombongnya terus berlari.
Ia tak menghiraukan panggilan dari ayahnya sendiri. Ia mengira banjir
itu hanya bencana alam biasa yang akan segera reda, maka ia terus
berlari mendaki puncak gunung.
Sejarah tentang Nabi Nuh dan kapalnya tersebut membuat peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam "Noah's Ark Ministries International"
ingin membuktikannya sehingga mereka selama bertahun-tahun mencari
sisa-sisa perahu legendaris tersebut, setelah bertahun-tahun mencari dan
meneliti sisa-sisa kapal Nabi Nuh, tepatnya tanggal 26 April 2010
mereka mengumumkan telah menemukan perahu Nabi Nuh di Turki mereka
menemukan sisa-sisa kapal Nabi Nuh di ketinggian 4.000 meter di Gunung
Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.
Bahkan mereka mengklaim telah masuk dan mengambil foto-foto dari
sisa-sisa kapal Nabi Nuh. Menurut para peneliti, specimen yang mereka
ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa yang
digambarkan dalam sejarah, yang jelas jika kapal yang mereka temukan
adalah kapal Nabi Nuh asli maka mereka telah menemukan kapal paling
bersejarah yang ada didunia.
Sebenarnya ada beberapa cerita yang menarik sebelum ditemukannya kapal
Nabi Nuh tersebut, pada tahun 2006 citra satelit secara detil menunjukan
benda mirip kapal yang diduga kapal Nabi Nuh. Itu adalah gunung yang
dilapisi salju, bahkan pilot pesawat tempur Turki dalam sebuah misi
pemetaan NATO, mengaku melihat benda besar seperti perahu di
Dogubayazit, Turki, semoga saja dengan penemuan arkeologi kapal Nabi Nuh
tersebut , kita lebih sadar dan yakin akan kebenaran dan kebesaran
kekuasaan Allah SWT.
Memang Kan'an tidak mau mengikuti ajaran Nabi Nuh. Ia lebih suka hidup
bersama orang-orang kafir, karena itu ia tak mau menumpang kapal Nabi
Nuh. Nabi Nuh merasa trenyuh, sedih dan berduka. Bagaimanapun Kan'an
adalah putranya sendiri. Maka ia berdo'a kepada Allah agar Kan'an
diselamatkan. Namun Allah menolak permintaan Nabi Nuh. Sebab Kan'an itu
walaupun putra Nabi Nuh sendiri, ia adalah anak yang durhaka, tidak mau
beriman.
Berdasarkan suatu riwayat Kapal yang membawa Nabi Nuh dan para
pengikutnya itu berlayar selama 40 hari, sesudah itu banjir mereda.
Kapal Nabi Nuh terdampar di sebuah puncak gunung yang dahulu disebut
gunung Jody. Ternyata di zaman sekarang yang dimaksud gunung Jody itu
ada di wilayah Turki. Para ilmuwan telah menemukan fosil kapal Nabi Nuh
tersebut, dengan demikian agama bukanlah dongeng belaka, agama adalah
keyakinan yang benar, cerita tentang para nabi dan rasul adalah benar.
Nabi Nuh dan pengikutnya diperintahkan turun dari kapalnya. Demikian
pula beraneka pasang binatang yang ada didalam kapal.
Dengan demikian binasalah orang-orang kafir yang menentang Nabi Nuh.
Hanya para pengikut Nabi Nuh yang hidup dan menempati bumi sebagai
penghuninya.
Anda baru saja membaca tentang Kisah Nabi Nuh A.s semoga saja cerita ini bisa membawa manfaat untuk kita semua. Terima Kasih sudah mau singgah di DeCocoz Blog.
- See more at: http://decocoz.blogspot.com/2013/05/kisah-nabi-nuh-as.html#sthash.GzThPREf.dpuf

Dakwah Nabi Nuh Kepada Kaumnya
Nabi Nuh menerima wahyu kenabian dari Allah dalam masa "fatrah" masa
kekosongan di antara dua rasul di mana biasanya manusia secara
berangsur-angsur melupakan ajaran agama yang dibawa oleh nabi yang
meninggalkan mereka dan kembali bersyirik meninggalkan amal kebajikan,
melakukan kemungkaran dan kemaksiatan di bawah pimpinan Iblis.
Demikianlah maka kaum Nabi Nuh tidak luput dari proses tersebut,
sehingga ketika Nabi Nuh datang di tengah-tengah mereka, mereka sedang
menyembah berhala ialah patung-patung yang dibuat oleh tangan-tangan
mereka sendiri disembahnya sebagai tuhan-tuhan yang dapat membawa
kebaikan dan manfaat serta menolak segala kesengsaraan dan
kemalangan.berhala-berhala yang dipertuhankan dan menurut kepercayaan
mereka mempunyai kekuatan dan kekuasaan ghaib ke atas manusia itu
diberinya nama-nama yang silih berganti menurut kehendak dan selera
kebodohan mereka.Kadang-kadang mereka namakan berhala mereka " Wadd "
dan " Suwa " kadangkala " Yaguts " dan bila sudah bosan digantinya
dengan nama " Yatuq " dan " Nasr ".
Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya yang sudah jauh tersesat oleh
iblis itu, mengajak mereka meninggalkan syirik dan penyembahan berhala
dan kembali kepada tauhid menyembah Allah Tuhan sekalian alam melakukan
ajaran-ajaran agama yang diwahyukan kepadanya serta meninggalkan
kemungkaran dan kemaksiatan yang diajarkan oleh Syaitan dan Iblis.
Nabi Nuh menarik perhatian kaumnya agar melihat alam semesta yang
diciptakan oleh Allah berupa langit dengan matahari, bulan dan
bintang-bintang yang menghiasinya, bumi dengan kekayaan yang ada di
atas dan di bawahnya, berupa tumbuh-tumbuhan dan air yang mengalir yang
memberi kenikmatan hidup kepada manusia, pengantian malam menjadi
siang dan sebaliknya yang kesemua itu menjadi bukti dan tanda nyata
akan adanya keesaan Tuhan yang harus disembah dan bukan berhala-berhala
yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri.Di samping itu Nabi Nuh
juga memberitakan kepada mereka bahwa akan ada gajaran yang akan
diterima oleh manusia atas segala amalannya di dunia iaitu syurga bagi
amalan kebajikan dan neraka bagi segala pelanggaran terhadap perintah
agama yang berupa kemungkaran dan kemaksiatan.
Nabi Nuh yang dikurniakan Allah dengan sifat-sifat yang patut
dimiliki oleh seorang nabi, fasih dan tegas dalam kata-katanya,
bijaksana dan sabar dalam tindak-tanduknya melaksanakan tugas
risalahnya kepada kaumnya dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan
dengan cara yang lemah lembut mengetuk hati nurani mereka dan kadang
kala dengan kata-kata yang tajam dan nada yang kasar bila menghadapi
pembesar-pembesar kaumnya yang keras kepala yang enggan menerima hujjah
dan dalil-dalil yang dikemukakan kepada mereka yang tidak dapat mereka
membantahnya atau mematahkannya.
Akan tetapi walaupun Nabi Nuh telah berusaha sekuat tanaganya
berdakwah kepda kaumnya dengan segala kebijaksanaan, kecekapan dan
kesabaran dan dalam setiap kesempatan, siang mahupun malam dengan cara
berbisik-bisik atau cara terang dan terbuka terbyata hanya sedikit
sekali dari kaumnya yang dpt menerima dakwahnya dan mengikuti
ajakannya, yang menurut sementara riwayat tidak melebihi bilangan
seratus orang Mereka pun terdiri dari orang-orang yang miskin
berkedudukan sosial lemah. Sedangkan orang yang kaya-raya, berkedudukan
tingi dan terpandang dalam masyarakat, yang merupakan
pembesar-pembesar dan penguasa-penguasa tetap membangkang, tidak
mempercayai Nabi Nuh mengingkari dakwahnya dan sesekali tidak merelakan
melepas agamanya dan kepercayaan mereka terhadap berhala-berhala
mereka, bahkan mereka berusaha dengan mengadakan persekongkolan hendak
melumpuhkan dan mengagalkan usaha dakwah Nabi nuh.
Berkata mereka kepada Nabi Nuh:"Bukankah engkau hanya seorang
daripada kami dan tidak berbeda drp kami sebagai manusia biasa. Jikalau
betul Allah akan mengutuskan seorang rasul yang membawa perintah-Nya,
nescaya Ia akan mengutuskan seorang malaikat yang patut kami dengarkan
kata-katanya dan kami ikuti ajakannya dan bukan manusia biasa seperti
engkau hanya dpt diikuti orang-orang rendah kedudukan sosialnya seperti
para buruh petani orang-orang yang tidak berpenghasilan yang bagi kami
mereka seperti sampah masyarakat.Pengikut-pengikutmu itu adalah
orang-orang yang tidak mempunyai daya fikiran dan ketajaman otak,
mereka mengikutimu secara buta tuli tanpa memikirkan dan menimbangkan
masak-masak benar atau tidaknya dakwah dan ajakanmu itu. Cuba agama
yang engkau bawa dan ajaran -ajaran yang engkau sadurkan kepada kami
itu betul-betul benar, nescaya kamilah dulu mengikutimu dan bukannya
orang-orang yang mengemis pengikut-pengikutmu itu. kami sebagai
pemuka-pemuka masyarakat yang pandai berfikir, memiliki kecerdasan otak
dan pandangan yang luas dan yang dipandang masyarakat sebagai
pemimpin-pemimpinnya, tidaklah mudak kami menerima ajakanmu dan
dakwahmu.Engkau tidak mempunyai kelebihan di atas kami tentang
soaL-soal kemasyarakatan dan pergaulan hidup.kami jauh lebih pandai dan
lebih mengetahui drpmu tentang hal itu semua.nya.Anggapan kami
terhadapmu, tidak lain dan tidak bukan, bahawa engkau adalh pendusta
belaka."
Nuh berkata, menjawab ejekan dan olok-olokan kaumnya:"Adakah engkau
mengira bahwa aku dpt memaksa kamu mengikuti ajaranku atau mengira
bahwa aku mempunyai kekuasaan untuk menjadikan kamu orang-orang yang
beriman jika kamu tetap menolak ajakan ku dan tetap membuta-tuli
terhadap bukti-bukti kebenaran dakwahku dan tetap mempertahakan
pendirianmu yang tersesat yang diilhamkan oleh kesombongan dan
kecongkakan karena kedudukan dan harta-benda yang kamu miliki.Aku hanya
seorang manusia yang mendpt amanat dan diberi tugas oleh Allah untuk
menyampaikan risalah-Nya kepada kamu. Jika kamu tetap berkeras kepala
dan tidak mahu kembali ke jalan yang benar dan menerima agama Allah
yang diutuskan-Nya kepada ku maka terserahlah kepada Allah untuk
menentukan hukuman-Nya dan gajaran-Nya keatas diri kamu. Aku hanya
pesuruh dan rasul-Nya yang diperintahkan untuk menyampaikan amanat-Nya
kepada hamba-hamba-Nya. Dialah yang berkuasa memberi hidayah kepadamu
dan mengampuni dosamu atau menurunkan azab dan seksaan-Nya di atas kamu
sekalian jika Ia kehendaki.Dialah pula yang berkuasa menurunkan seksa
danazab-nya di dunia atau menangguhkannya sampai hari kemudian. Dialah
Tuhan pencipta alam semesta ini, Maha Kuasa ,Maha Mengetahui, maha
pengasih dan Maha Penyayang.".
Kaum Nuh mengemukakan syarat dengan berkata:"Wahai Nuh! Jika engkau
menghendaki kami mengikutimu dan memberi sokongan dan semangat kepada
kamu dan kepada agama yang engkau bawa, maka jauhkanlah para pengikutmu
yang terdiri dari orang-orang petani, buruh dan hamaba-hamba sahaya
itu. Usirlah mereka dari pengaulanmu karena kami tidak dpt bergaul
dengan mereka duduk berdampingan dengan mereka mengikut cara hidup
mereka dan bergabung dengan mereka dalam suatu agama dan kepercayaan.
Dan bagaimana kami dpt menerima satu agama yang menyamaratakan para
bangsawan dengan orang awam, penguasa dan pembesar dengan
buruh-buruhnya dan orang kaya yang berkedudukan dengan orang yang
miskin dan papa."
Nabi Nuh menolak pensyaratan kaumnya dan berkata:"Risalah dan agama
yang aku bawa adalah untuk semua orang tiada pengecualian, yang pandai
mahupun yang bodoh, yang kaya mahupun miskin, majikan ataupun buruh
,diantara peguasa dan rakyat biasa semuanya mempunyai kedudukan dan
tempat yang sama trehadap agama dan hukum Allah. Andai kata aku
memenuhi pensyaratan kamu dan meluluskan keinginanmu menyingkirkan para
pengikutku yang setia itu, maka siapakah yang dpt ku harapkan akan
meneruskan dakwahku kepada orang ramai dan bagaimana aku sampai hati
menjauhkan drpku orang-orang yang telah beriman dan menerima dakwahku
dengan penuh keyakinan dan keikhlasan di kala kamu menolaknya serta
mengingkarinya, orang-orang yang telah membantuku dalam tugasku di kala
kamu menghalangi usahaku dan merintangi dakwahku. Dan bagaimanakah aku
dpt mempertanggungjawabkan tindakan pengusiranku kepada mereka
terhadap Allah bila mereka mengadu bahawa aku telah membalas kesetiaan
dan ketaatan mereka dengan sebaliknya semata-mata untuk memenuhi
permintaanmu dan tunduk kepada pensyaratanmu yang tidak wajar dan tidak
dpt diterima oleh akal dan fikiran yang sihat. Sesungguhnay kamu
adalah orang-orang yang bodoh dan tidak berfikiran sihat.
Pada akhirnya, karena merasa tidak berdaya lagi mengingkari
kebenaran kata-kata Nabi Nuh dan merasa kehabisan alasan dan hujjah
untuk melanjutkan dialog dengan beliau, maka berkatalah mereka:
"Wahai Nabi Nuh! Kita telah banyak bermujadalah dan berdebat dan
cukup berdialog serta mendengar dakwahmu yang sudah menjemukan itu.
Kami tetap tidak akan mengikutimu dan tidak akan sesekali melepaskan
kepercayaan dan adat-istiadat kami sehingga tidak ada gunanya lagi
engkau mengulang-ulangi dakwah dan ajakanmu dan bertegang lidah dengan
kami. datangkanlah apa yang engkau benar-benar orang yang menepati
janji dan kata-katanya. Kami ingin melihat kebenaran kata-katamu dan
ancamanmu dalam kenyataan. Karena kami masih tetap belum mempercayaimu
dan tetap meragukan dakwahmu."
Nabi Nuh Berputus Asa Dari Kaumnya
Nabi Nuh berada di tengah-tengah kaumnya selama sembilan ratus lima
puluh tahun berdakwah menyampaikan risalah Tuhan, mengajak mereka
meninmggalkan penyembahan berhala dan kembali menyembah dan beribadah
kepada Allah Yang maha Kuasa memimpin mereka keluar dari jalan yang
sesat dan gelap ke jalan yang benar dan terang, mengajar mereka
hukum-hukum syariat dan agama yang diwahyukan oleh Allah kepadanya,
mangangkat darjat manusia yang tertindas dan lemah ke tingak yang sesuai
dengan fitrah dan qudratnya dan berusaha menghilangkan sifat-sifat
sombong dan bongkak yang melekat pd para pembesar kaumnya dan medidik
agar mereka berkasih sayang, tolong-menolong diantara sesama manusia.
Akan tetapi dalam waktu yang cukup lama itu, Nabi Nuh tidak berhasil
menyedarkan an menarik kaumnya untuk mengikuti dan menerima dakwahnya
beriman, bertauhid dan beribadat kepada Allah kecuali sekelompok kecil
kaumnya yang tidak mencapai seramai seratus orang, walaupun ia telah
melakukan tugasnya dengan segala daya-usahanya dan sekuat tenaganya
dengan penuh kesabaran dan kesulitan menghadapi penghinaan, ejekan dan
cercaan makian kaumnya, karena ia mengharapkan akan dtg masanya di mana
kaumnya akan sedar diri dan dtg mengakui kebenarannya dan kebenaran
dakwahnya. Harapan Nabi Nuh akan kesedaran kaumnya ternyata makin hari
makin berkurangan dan bahawa sinar iman dan takwa tidak akan menebus ke
dalam hati mereka yang telah tertutup rapat oleh ajaran dan bisikan
Iblis. Hal mana Nabi Nuh berupa berfirman Allah yang bermaksud:
"Sesungguhnya tidak akan seorang drp kaumnya mengikutimu dan beriman
kecuali mereka yang telah mengikutimu dan beriman lebih dahulu, maka
jgnlah engkau bersedih hati karena apa yang mereka perbuatkan."
Dengan
penegasan firman Allah itu, lenyaplah sisa harapan Nabi Nuh dari
kaumnya dan habislah kesabarannya. Ia memohon kepada Allah agar
menurunkan Azab-Nya di atas kaumnya yang berkepala batu seraya
berseru:"Ya Allah! Jgnlah Engkau biarkan seorang pun drp orang-orang
kafir itu hidup dan tinggal di atas bumi ini. Mareka akan berusaha
menyesatkan hamba-hamba-Mu, jika Engkau biarkan mereka tinggal dan
mereka tidak akan melahirkan dan menurunkan selain anak-anak yang
berbuat maksiat dan anak-anak yang kafir spt.mereka."
Doa Nabi Nuh dikalbulkan oleh Allah dan permohonannya diluluskan dan
tidak perlu lagi menghiraukan dan mempersoalkan kaumnya, karena mereka
itu akan menerima hukuman Allah dengan mati tenggelam.
Nabi Nuh Membuat Kapal
Setelah menerima perintah Allah untuk membuat sebuah kapal,
segeralah Nabi Nuh mengumpulkan para pengikutnya dan mulai mereka
mengumpulkan bhn yang diperlukan untuk maksud tersebut, kemudian dengan
mengambil tempat di luar dan agak jauh dari kota dan keramaiannya
mereka dengan rajin dan tekun bekerja siang dan malam menyelesaikan
pembinaan kapal yang diperintahkan itu.
Walaupun Nabi Nuh telah
menjauhi kota dan masyarakatnya, agar dpt bekerja dengan tenang tanpa
gangguan bagi menyelesaikan pembinaan kapalnya namun ia tidak luput
dari ejekan dan cemuhan kaumnya yang kebetulan atau sengaja melalui
tempat kerja membina kapal itu. Mereka mengejek dan mengolok-olk dengan
mengatakan:"Wahai Nuh! Sejak bila engkau telah menjadi tukang kayu dan
pembuat kapal?Bukankah engkau seorang nabi dan rasul menurut
pengakuanmu, kenapa sekarang menjadi seorang tukang kayu dan pembuat
kapal.Dan kapal yang engkau buat itu di tempat yang jauh dari air ini
adalah maksudmu untuk ditarik oleh kerbau ataukah mengharapkan angin
yang ankan menarik kapalmu ke laut?"Dan lain-lain kata ejekan yang
diterima oleh Nabi Nuh dengan sikap dingin dan tersenyum seraya
menjawab:"Baiklah tunggu saja saatnya nanti, jika kamu sekrg mengejek
dan mengolok-olok kami maka akan tibalah masanya kelak bg kami untuk
mengejek kamu dan akan kamu ketahui kelak untuk apa kapal yang kami
siapkan ini.Tunggulah saatnya azab dan hukuman Allah menimpa atas diri
kamu."
Setelah selesai pekerjaan pembuatan kapal yang merupakan alat
pengangkutan laut pertama di dunia, Nabi Nuh menerima wahyu dari
Allah:"Siap-siaplah engkau dengan kapalmu, bila tiba perintah-Ku dan
terlihat tanda-tanda drp-Ku maka segeralah angkut bersamamu di dalam
kapalmu dan kerabatmu dan bawalah dua pasang dari setiap jenis makhluk
yang ada di atas bumi dan belayarlah dengan izin-Ku."
Kemudian
tercurahlah dari langit dan memancur dari bumi air yang deras dan
dahsyat yang dalam sekelip mata telah menjadi banjir besar melanda
seluruh kota dan desa menggenangi daratan yang rendah mahupun yang
tinggi sampai mencapai puncak bukit-bukit sehingga tiada tempat
berlindung dari air bah yang dahsyat itu kecuali kapal Nabi Nuh yang
telah terisi penuh dengan para orang mukmin dan pasangan makhluk yang
diselamatkan oleh Nabi Nuh atas perintah Allah.
Dengan iringan"Bismillah majraha wa mursaha"belayarlah kapal Nabi
Nuh dengan lajunya menyusuri lautan air, menentang angin yang kadang
kala lemah lembut dan kadang kala ganas dan ribut. Di kanan kiri kapal
terlihatlah orang-orang kafir bergelut melawan gelombang air yang
menggunung berusaha menyelamat diri dari cengkaman maut yang sudah
sedia menerkam mereka di dalam lipatan gelombang-gelombang itu.
Tatkala
Nabi Nuh berada di atas geladak kapal memperhatikan cuaca dan
melihat-lihat orang-orang kafir dari kaumnya sedang bergelimpangan di
atas permukaan air, tiba-tiba terlihatlah olehnya tubuh putera
sulungnya yang bernama "Kan'aan" timbul tenggelam dipermainkan oleh
gelombang yang tidak menaruh belas kasihan kepada orang-orang yang
sedang menerima hukuman Allah itu. Pada saat itu, tanpa disadari,
timbullah rasa cinta dan kasih sayang seorang ayah terhadap putera
kandungnya yang berada dalam keadaan cemas menghadapi maut ditelan
gelombang.
Nabi Nuh secara spontan, terdorong oleh suara hati kecilnya
berteriak dengan sekuat suaranya memanggil puteranya:Wahai anakku!
Datanglah kemari dan gabungkan dirimu bersama keluargamu. Bertaubatlah
engkau dan berimanlah kepada Allah agar engkau selamat dan terhindar
dari bahaya maut yang engkau menjalani hukuman Allah." Kan'aan, putera
Nabi Nuh, yang tersesat dan telah terkena racun rayuan syaitan dan
hasutan kaumnya yang sombong dan keras kepala itu menolak dengan keras
ajakan dan panggilan ayahnya yang menyayanginya dengan kata-kata yang
menentang:"Biarkanlah aku dan pergilah, jauhilah aku, aku tidak sudi
berlindung di atas geladak kapalmu aku akan dapat menyelamatkan diriku
sendiri dengan berlindung di atas bukit yang tidak akan dijangkau oleh
air bah ini."
Nuh menjawab:"Percayalah bahawa tempat satu-satunya yang dapat
menyelamatkan engkau ialah bergabung dengan kami di atas kapal ini.
Masa tidak akan ada yang dapat melepaskan diri dari hukuman Allah yang
telah ditimpakan ini kecuali orang-orang yang memperolehi rahmat dan
keampunan-Nya."
Setelah Nabi Nuh mengucapkan kata-katanya tenggelamlah Kan'aan
disambar gelombang yang ganas dan lenyaplah ia dari pandangan mata
ayahnya, tergelincirlah ke bawah lautan air mengikut kawan-kawannya dan
pembesar-pembesar kaumnya yang durhaka itu.
Nabi Nuh bersedih hati dan berdukacita atas kematian puteranya dalam
keadaan kafir tidak beriman dan belum mengenal Allah. Beliau
berkeluh-kesah dan berseru kepada Allah:"Ya Tuhanku, sesungguhnya
puteraku itu adalah darah dagingku dan adalah bahagian dari keluargaku
dan sesungguhnya janji-Mu adalha janji benar dan Engkaulah Maha Hakim
yang Maha Berkuasa."Kepadanya Allah berfirman:"Wahai Nuh! Sesungguhnya
dia puteramu itu tidaklah termasuk keluargamu, karena ia telah
menyimpang dari ajaranmu, melanggar perintahmu menolak dakwahmu dan
mengikuti jejak orang-orang yang kafir drp kaummu.Coretlah namanya dari
daftar keluargamu.Hanya mereka yang telah menerima dakwahmu mengikuti
jalanmu dan beriman kepada-Ku dpt engkau masukkan dan golongkan ke
dalam barisan keluargamu yang telah Aku janjikan perlindungannya
danterjamin keselamatan jiwanya.Adapun orang-orang yang mengingkari
risalah mu, mendustakan dakwahmu dan telah mengikuti hawa nafsunya dan
tuntutan Iblis, pastilah mereka akan binasa menjalani hukuman yang
telah Aku tentukan walau mereka berada dipuncak gunung. Maka janganlah
engkau sesekali menanyakan tentang sesuatu yang engkau belum ketahui.
Aku ingatkan janganlah engkau sampai tergolong ke dalam golongan
orang-orang yang bodoh."
Nabi Nuh sedar segera setelah menerima teguran dari Allah bahwa
cinta kasih sayangnya kepada anaknya telah menjadikan ia lupa akan
janji dan ancaman Allah terhadap orang-orang kafir termasuk puteranya
sendiri. Ia sedar bahawa ia tersesat pd saat ia memanggil puteranya
untuk menyelamatkannya dari bencana banjir yang didorong oleh perasaan
naluri darah yang menghubungkannya dengan puteranya padahal sepatutnya
cinta dan taat kepada Allah harus mendahului cinta kepada keluarga dan
harta-benda. Ia sangat sesalkan kelalaian dan kealpaannya itu dan
menghadap kepada Allah memohon ampun dan maghfirahnya dengan
berseru:"Ya Tuhanku aku berlindung kepada-Mu dari godaan syaitan yang
terlaknat, ampunilah kelalaian dan kealpaanku sehingga aku menanyakan
sesuatu yang aku tidak mengetahuinya. Ya Tuhanku bila Engkau tidak
memberi ampun dan maghfirah serta menurunkan rahmat bagiku, nescaya aku
menjadi orang yang rugi."
Setelah air bah itu mencapai puncak keganasannya dan habis binasalah
kaum Nuh yang kafir dan zalim sesuai dengan kehendak dan hukum Allah,
surutlah lautan air diserap bumi kemudian bertambatlah kapal Nuh di
atas bukit " Judie " dengan iringan perintah Allah kepada Nabi
Nuh:"Turunlah wahai Nuh ke darat engkau dan para mukmin yang
menyertaimu dengan selamat dilimpahi barakah dan inayah dari sisi-Ku
bagimu dan bagi umat yang menyertaimu."
Kisah Nabi Nuh Dalam Al-Quran
Al-Quran menceritakan kisah Nabi Nuh dalam 43 ayat dari 28 surah di
antaranya surah Nuh dari ayat 1 sehinga 28, juga dalam surah "Hud" ayat
27 sehingga 48 yang mengisahkan dialog Nabi Nuh dengan kaumnya dan
perintah pembuatan kapal serta keadaan banjir yang menimpa di atas
mereka.
Pelajaran Dari Kisah Nabi Nuh A.S.
Bahwasanya hubungan antara manusia yang terjalin karena ikatan
persamaan kepercayaan atau penamaan aqidah dan pendirian adalah lebih
erat dan lebih berkesan drp hubungan yang terjalin karena ikatan darah
atau kelahiran. Kan'aan yang walaupun ia adalah anak kandung Nabi Nuh,
oleh Allah s.w.t. dikeluarkan dari bilangan keluarga ayahnya karena ia
menganut kepercayaan dan agama berlainan dengan apa yang dianut dan
didakwahkan oleh ayahnya sendiri, bahkan ia berada di pihak yang
memusuhi dan menentangnya.
Maka dalam pengertian inilah dapat difahami firman Allah dalam
Al-Quran yang bermaksud:"Sesungguhnya para mukmin itu adalah
bersaudara." Demikian pula hadis Rasulullah s.a.w.yang
bermaksud:"Tidaklah sempurna iman seseorang kecuali jika ia menyintai
saudaranya yang beriman sebagaimana ia menyintai dirinya sendiri."Juga
peribahasa yang berbunyi:"Adakalanya engkau memperolehi seorang saudara
yang tidak dilahirkan oleh ibumu."